Bisnis Indonesia - bisnis.com
Kamis, 30 Maret 2017

Daun Pegagan Jadi Rempeyek Renyah Dan Berkhasiat

Kusnul Isti Qomah Senin, 23/11/2015 21:27 WIB
Daun Pegagan Jadi Rempeyek Renyah dan Berkhasiat
Stand Pawon Gendhis dalam Gelar Produk Budaya Khas Jogja di Galeria Mall, Jogja, Selasa (17/11/2015).
Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah

Harianjogja.com, JOGJA—Kejelian melihat potensi yang dimiliki di daerah sekitar, bisa mendatangkan rezeki bagi masyarakat sekitar. Misalnya yang dilakukan kelompok Pawon Gendhis di Kulonprogo.

Ketua  kelompok Pawon Gendhis Dwi Martuti Rahayu mengatakan, ia melihat ada potensi dari tanaman pegagan yang banyak tumbuh di dusun tempatnya tinggal yakni Salakmalang, Kalibawang, Kulonprogo. Pegagan biasa dianggap sebelah mata karena tumbuh liar di pematang sawah.

“Saya kemudian, cari-cari manfaat dari pegagan. Orang dulu suka memakannya sebagai kulupan karena berkhasiat menyembuhkan asma,” ujar dia ketika ditemui dalam Gelar Produk Budaya Khas Jogja di Galeria Mall, Jogja, Selasa (17/11/2015).

Ia kemudian menggali informasi lebih lanjut mengenai khasiat dari pegagan. Orang lokal menyebutnya regedek sementara ada nama-nama lain di daerah berbeda. Ada pun beberapa khasiatnya adalah untuk kesehatan kulit, kesuburan, menghilangkan jerawat, kecerdasan otak anak, ibu hamil, dan kecantikan wanita.

Ia pun membudidayakan sendiri pegagan di pekarangan dengan pupuk organik. Wanita yang akrab disapa Tuti ini bersama anggota kelompok lainnya kemudian berinovasi dengan membuat peyek pegagan.

Ia sengaja membuatnya dalam produk yang mudah diterima masyarakat. Pertimbangannya, jika dibuat dalam inovasi yang benar-benar asing, maka akan susah untuk diterima.

“Kami mulai pada 2013 lalu. Alhamdulillah kami bisa menggerakkan 42 ibu rumah tangga untuk terlibat dan menambah penghasilan,” ujar dia.

Minat pasar terhadap bisnis ini lumayan bagus. Dalam dua hari, ia mengungkapkan, rata-rata bisa menjual 10 kg peyek pegagan dengan harga Rp60.000 per kg.

Peminatnya kebanyakan toko oleh-oleh. Produk olahannya diberi label Manihot Snack. Manihot merupakan genus tumbuhan dari keluarga Euphorbiaceae yang terdiri dari 98 spesies. Tumbuhan ini ditemukan di daerah beriklim tropis hangat, dan Amerika. Anggota yang paling dikenal dari genus ini adalah ubi kayu (Manihot esculenta).

“Manihot merupakan lambang ketahanan pangan. Makanya kami memakai nama itu,” ujar dia.

Selain peyek, ia terus mengembangkan pengolahan pegagan. Ada produk lain yakni coklat, serbuk pegagan yang bisa buat minuman semacam teh dan menjadi campuran makanan, dawet, serta beberapa produk lainnya.

Untuk mempromosikan produknya, ia biasa ikut pameran. Dalam setiap pameran, ia tidak pernah menargetkan penjualan. Namun, lebih untuk mengenalkan produknya. Timbal baliknya dirasakan cukup baik. Setelah pameran, ia biasa mendapatkan rekan bisnis baru yang ingin menjadi reseller.

Ia dan anggota kelompoknya menghindari sistem kerjasama titip jual karena masih terkendala permodalan. Ia berharap, usaha yang ia rintis bersama bisa berkembang. Ia mengaku terbantu dengan bantuan pemerintah berupa bantuan alat dan mengikutsertakan dalam pameran produk unggulan.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...