Bisnis Indonesia - bisnis.com
Selasa, 21 November 2017

BANDARA KULONPROGO : BPN Sosialisasi Pengukuran Tanah, WTT Gelar Mujahadah

Holy Kartika N.S. Senin, 23/11/2015 20:26 WIB
BANDARA KULONPROGO : BPN Sosialisasi Pengukuran Tanah, WTT Gelar Mujahadah
Warga WTT menggelar aksi mujadahan di sela acara Sosialisasi Pengukuran dan Pematokan Lahan Lokasi Pembangunan Bandara di depan Balai Desa Glagah, Senin (23/11/2015).
Harian Jogja/Holy Kartika N.S

Bisnis.com, KULONPROGO- Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku tim leader pelaksanaan pembangunan bandara baru hari ini, Selasa (24/11/2015) mulai melakukan pengukuran dan pematokan.

Sebanyak 15 tim diterjunkan untuk melakukan pengukuran dan ditargetkan sehari satu tim dapat mengukur 20 bidang tanah.

Dalam sosialisasi itu, sedikitnya 150 orang yang tergabung dalam paguyuban warga penolak pembangunan bandara, Wahana Tri Tunggal (WTT) bergerak melakukan aksi di Balaidesa Glagah dan Balaidesa Palihan.

Aksi tersebut tak hanya diikuti orang tua saja. Di bawah terik matahari, tampak sejumlah anak-anak di bawah umur turut serta dalam aksi yang dilakukan dengan  mujadahan itu.

Warga WTT dalam aksinya, tersebut mengajukan beberapa poin saat sosialisasi berlangsung. Bahkan beberapa perwakilan WTT memasuki ruang sosialisasi untuk menolak pematokan bandara di wilayah mereka, menolak pematokan lahan milik warga yang tidak setuju, menolak pematokan makam, dan meminta tanah kas desa untuk kesejahteraan warga.

Ketua WTT Martono meminta agar tim atau petugas yang akan melakukan  pengukuran untuk tidak memaksa warga yang tidak ingin tanahnya diukur. Demikian pula dengan tempat ibadah dan makam untuk tidak dipatok.

“Makam dan tempat ibadah itu juga milik warga WTT. Kalau dipatok itu sepihak, hanya menanggapi warga yang boleh saja. Jadi harus ada rembug khusus antara warga pro dan kontra. Artinya apakah dibagi dua, apakah warga yang pro tidak usah salat di situ,” ungkap Martono.

Kepala BPN DIY Arie Yuriwin menandaskan, pihaknya akan menampung aspirasi yang disampaikan warga WTT. Dia menuturkan, semua warga yang telah bersedia dengan pembangunan ini, tentunya akan segera dilaksanakan pengukuran.

Namun, terkait penolakan warga WTT terhadap pematokan tempat ibadah dan makam, Arie menegaskan, persoalan itu mesti diselesaikan dan pihaknya siap memafasilitasi. Pasalnya, pada dasarnya seperti masjid yang menjadi persoalan, berdasarkan sertifikat wakaf atas masjid itu, takmir maupun pemberi wakaf tidak mempermasalahkan.

“Mereka tidak keberatan untuk diukur, jika masih ada persoalan, monggo diselesaikan antara takmir dan WTT dan kami siap untuk memfasilitasinya. Sambil menunggu kami akan tetap melanjutkan proses selanjutnya,” ungkap Arie.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...