Bisnis Indonesia - bisnis.com
Rabu, 18 Oktober 2017

KRISIS SURIAH : Rusia Lancarkan Serangan Bersejarah

Amiruddin Zuhri Kamis, 19/11/2015 16:44 WIB
KRISIS SURIAH : Rusia Lancarkan Serangan Bersejarah
ilustrasi
reuters

Bisnis.com, MOSKWA—Kepastian jatuhnya pesawat Metrojet milik maskapai Rusia di semenanjung Sina, Mesir Utar akibat bom teroris, membuat Rusia murka. Moskwa langsung menggelar kampanye udara ke Suriah yang menjadi operasi terbesar sejak perang saudara pecah di Negeri Syam pada 2010 lalu.

Serangan udara Angkatan Udara Rusia itu digelar Selasa (17/11/2015) malam waktu setempat. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 25 pembom strategis dikerahkan langsung dari Rusia untuk melaksanakan misi di Suriah dan langsung kembali negaranya.

Dari 25 bomber yang dikerahkan lima adalah Tu-160 Blackjack atau yang juga dikenal sebagai bomber supersonik terbesar di dunia. Selain itu juga dikerahkan enam Tu-95MS Bear dan 14 Tu-22M3 Backfire. Pesawat-pesawat tersebut diluncurkan dari pangkalan udara Mozdok, di Ossetia, di mana sebanyak 6 Tu-22 memang terlihat di sana baru-baru ini.

Sebagaimana dikutip Kantor Berita Rusia TASS gelombang pertama dari serangan Rusia, menggunakan selusin Tu-22M3 menyerang sasaran ISIS di Raqqah dan Deir ez-Zor-provinsi Suriah. Kemudian, kekuatan pembom supersonic Tu-160 dan Tu-95MS Bear meluncurkan serangan dengan meluncurkan 34 rudal jelajah terhadap posisi ISIS di Aleppo dan Idlib. Serangan udara besar-besaran ini menghancurkan 14 target penting dengan 34 rudal jelajah.

"Target yang hancur pos komando untuk mengkoordinasikan kegiatan ISIS di Idlib dan gudang senjata di Aleppo," kata Kepala Staf Umum Rusia Jenderal Valery Gerasimov.

Kantor Berita Ria Novosti Rabu melaporkan, serangan ini benar-benar bersejarah bagi Angkatan Udara Rusia. Untuk pertama kali dalam sejarah tiga bomber milik mereka mengambil bagian dalam pertempuran sebenarnya secara bersama-sama.

Selama ini hanya Amerika yang menggunakan pembom strategis untuk melakukan serangan jarak jauh. Bomber mereka seperti B-2 Spirit beberapa kali melakukan serangan ke Afganistan dimulai dari pangkalan di Amerika dan kembali lagi ke Amerika tanpa mendarat.

Gerasimov menegaskan serangan besar-besaran ini merupakan perintah langsung dari Presiden Vladimir Putin. Selain mengerahkan 25 bomber dari Rusia, delapan Su-34 (Fullback) dan empat jet tempur Su-27 juga dikerahkan untuk mengawal sekaligus terlibat dalam serangan darat.

"Jika koalisi pimpinan AS berperang melawan teroris seefisien , situasi di Timur Tengah bisa berubah dramatis," katanya kepada wartawan.

Sejak awal kampanye udara, Angkatan Aerospace Rusia telah melakukan sekitar 1.800 sorti dengan menghancurkan sekitar 2.700 sasaran.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...