Bisnis Indonesia - bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

3 Kali Hendak Ditangkap, Tersangka Teror Paris Selalu Lolos

Mediani Dyah Natalia Kamis, 19/11/2015 00:19 WIB
3 Kali Hendak Ditangkap, Tersangka Teror Paris Selalu Lolos
(reuters)

Bisnis.com, BRUSSELS - Kepolisian Prancis gagal menangkap tersangka teror Paris. Adapun ada tiga kesempatan menangkap pelaku yang diduga berkebangsaan Belgia tersebut.

Serangan Jumat malam (13/11/2015) yang diklaim dilakukan oleh kelompok bersenjata ISIS menimbulkan kekhawatiran keamanan di seluruh dunia. Ketakutan akan bom yang akan diledakan mengakibatkan kepolisian Hanover, Jerman menunda pertandingan sepak bola antara Jerman dan Belanda selama dua jam, Selasa (17/11/2015). Kanselir Jerman Angela Merkel dijadwalkan menyaksikan laga tersebut.

Saat tragedi Jumat malam itu. kepolisian Prancis gagal menangkap Salah Abdeslam, yang diyakini sebagai otak perencanaan dan pelaksanaan serangan tersebut. Polisi bahkan berhasil menahan mobil yang digunakan dalam insiden Paris itu, ujar pengacara supir mobil tersebut, Xavier Carette.

Kegagalan penangkapan itu terjadi lantaran polisi tidak mengetahui penumpang dalam mobil tersebut berhubungan dengan penyerangan itu. Mohammed Amri, supir dari kendaraan tersebut berada di dalam tahanan setelah diketahui bahwa Abdeslam adalah rekannya.

Jaksa Prancis berhasil mengenali lima dari tujuh penyerang yang meninggal, empat di antaranya merupakan warga Prancis dan satu lagi adalah seseorang yang terdaftar sebagai pengungsi di Yunani bulan lalu. Abdeslam adalah salah satu dari kedua orang yang polisi yakini terlibat langsung dan yang melarikan diri.

Markas kelompok ISIS Sasaran di Suriah mendapat serangan peluru kendali dan bom dari Rusia pada Selasa termasuk markas yang berada di Raqqa. Pesawat tempur Prancis juga menyasar Raqqa pada Selasa sore.

Kedua serangan tersebut tidak saling berkaitan, namun Presiden Prancis Francois Hollande meminta bantuan global untuk memerangi kaum radikal paska-serangan di Paris.

Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji memburu siapapun yang bertanggung jawab dan memperbanyak serangan udara terhadap kelompok militan ISIS di Suriah.

Kremlin mengatakan Putin berbicara dengan Hollande dan memerintahkan angkatan laut Rusia melakukan kontak dengan angkatan laut Prancis dan menuju sebelah timur Laut Mediterania.

Hollande akan mengunjungi Putin di Moskow pada 26 November, dua hari setelah pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan dilakukan di Washington untuk membicarakan langkah yang akan digunakan melawan kelompok militan di Suriah dan Irak itu.

Di Brussels, Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengharapkan bantuan Uni Eropa dalam operasi Prancis di Suriah, Irak dan Afrika. Seluruh 28 negara anggota Uni Eropa menyetujui permintaan tersebut namun belum jelas bantuan apa yang akan dikeluarkan.

Kisah dua pertandingan Polisi di Hanover, Jerman, mengatakan ketakutan akan bom membuat mereka menghentikan pertandingan sepak bola antara Jerman dengan Belanda, namun tidak ada penangkapan dan bahan peledak yang ditemukan.

"Kami telah menerima indikasi khusus bahwa sebuah serangan dengan bahan peledak telah direncanakan. Kami menganggapnya serius dan itulah mengapa kami mengambil langkah pencegahan," ujar Kepala Kepolisian Hanover Volker Kluwe.

Kepolisian melakukan pencegahan tersebut dikarenakan salah satu tempat terjadinya insiden adalah Stadion Paris tempat Prancis dan Jerman mengadakan pertandingan sepak bola.

Isu Pengungsi Temuan yang menyatakan salah satu penyerang dalam insiden tersebut terdaftar sebagai salah satu migran di Yunani menimbulkan keraguan beberapa negara Barat untuk terus menerima para pengungsi.

Pemimpin Partai Republik di DPR Amerika Serikat mengutarakan kekhawatirannya terhadap serangan para militan, begitu juga dengan Partai Demokrat yang menganggap penerimaan para pengungsi dari wilayah konflik akan membuat Amerika Serikat rentan mendapatkan serangan seperti kejadian 9/11 di Washington dan New York oleh Al Qaeda.

Pejabat pemerintahan Obama meyakinkan para gubernur dalam sebuah konferensi bahwa para pengungsi akan melewati penyaringan yang sangat ketat dan pemeriksaan keamanan bagi setiap pengunjung yang akan memasuki Amerika Serikat.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...