Bisnis Indonesia - bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Gelar Produk Budaya Khas Jogja, Produk Tak Akan Ditemui Di Daerah Lain

Kusnul Isti Qomah Rabu, 18/11/2015 16:09 WIB
Gelar Produk Budaya Khas Jogja, Produk Tak Akan Ditemui di Daerah Lain
ilustrasi
Antara

Bisnis.com, JOGJA—Sebanyak 50 industri kecil menengah (IKM) meramaikan gelar produk budaya khas Jogja 2015 di Galeria Mall Jogja, 17-22 November 2015.

Ketua Panitia Pelaksana Bayu Haryana mengatakan, kegiatan itu digelar untuk membantu mengembangkan promosi dan perluasan pasar produk budaya khas Jogja.

Selain itu, dengan adanya pameran ini produk budaya khas Jogja menjadi semakin dekat dengan konsumen sehingga mampu meningkatkan pendapatan IKM yang ikut andil dalam kegiatan itu.

"Kami ingin mengimplementasikan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang keistimewaan DIY. Perlu adanya sinergi antara pelestarian budaya dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia di Galeria Mall Jogja, Selasa (17/11/2015).

Ada pun jenis IKM yang mengikuti  pameran antara lain sandang (batik dan lurik), topeng, blangkon, keris, mebel and furniture, jamu herbal, gamelan, produk kayu, dan makanan.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari konsep hamemayu hayuning bawono. Karena itu, pembinaan dan pengembangan sektor industri, perdagangan, koperasi, dan UKM harus diwujudkan.

“DIY memiliki banyak produk budaya yang beragam. Produk budaya itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan tradisi budaya DIY,” ujar dia.

Industri berbasis budaya memiliki peran yang penting. Di antaranya, mampu menyerap tenaga kerja dengan menyediakan lapangan usaha sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu upaya yang telah dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) yakni menyelenggarakan pelatihan, pendampingan, bantuan mesin dan peralatan, peningkatan ketrampilan sumber daya manusia, serta pengembangan promosi dan pemasaran salah satunya melalui Gelar Produk Budaya Khas Jogja ini.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindagkop dan UKM DIY R Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk fasilitasi penggerak IKM.

Menurutnya, produk mereka memiliki kualitas yang baik untuk dipasarkan secara nasional. “Saya berharap, selama gelar produk ini akan bertemu pembeli yang bisa ikut memasarkan. Tidak hanya saat ini, tapi setelah pameran juga,” ujar dia.

Aji menjelaskan, produk yang dipamerkan merupakan produk khas yang tidak akan ditemui di daerah lain. Selain itu, barang yang ditampilkan berbeda dengan pameran lainnya meskipun sejenis.

Ia mengimbau, para pelaku IKM serius dalam mengikuti pameran. Ketika stok barang sudah berkurang, maka harus segera diisi kembali demi kenyamanan pengunjung. “Jangan tutup dulu sebelum mal ini tutup,” ia mengimbau.

Ia mengaku, tidak menargetkan besaran transaksi dalam gelar produk ini. Pasalnya, acara tersebut diadakan murni untuk membantu  promosi produk. Harapannya, setelah pameran ada hubungan bisnis yang terjalin.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...