Bisnis Indonesia - bisnis.com
Rabu, 18 Oktober 2017

Siap-siap, 2016, Buwas Akan Buat Kegaduhan

Sunartono Rabu, 18/11/2015 11:05 WIB
Siap-siap, 2016, Buwas akan Buat Kegaduhan
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Budi Waseso (kiri) didampingi Deputi Branch Manager Alfamart, Anton Widodo menunjukkan stiker Stop Narkoba dan memasangnya pada kaca toko Alfamart Hayamwuruk di Jalan Hayamwuruk, Lempuyangan, Yogyakarta, Selasa (17/11/2015).
Harian Jogja/Desi Suryanto

Bisnis.com, SLEMAN - Sosok petinggi Polri yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso tak henti-hentinya membuat gagasan kontroversial.

Setelah melontarkan ide penjara isi buaya dan piranha bagi bandar narkoba, Buwas mengaku akan membuat kegaduhan di 2016 mendatang.

"2016 saya akan membuat kegaduhan lagi. Kita harus luar biasa, jangan biasa-biasa, paling kalau dicopot pasti jadi presiden, maksudnya presiden direktur ," ucap Buwas diikuti tertawa lebar ratusan Perwira Menengah dan Bintara di Gedung Serbaguna Polda DIY, Selasa (17/11/2015).

Kendati demikian, ketika dikonfirmasi wartawan terkait rencana kegaduhan tersebut, Buwas enggan menyebutkan isunya. "Nanti dong, jangan dikasih tahu sekarang, kalau dikasih tahu sekarang enggak gaduh, ya, surprise," ungkapnya sesuai acara dialog bersama anggota Polda DIY.

Buwas datang di Mapolda DIY sekitar pukul 13.30 WIB langsung memberikan ceramah sekitar dua jam dalam dialog interaktif pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Meski pakaian yang dikenakan hanya seragam batik bukan seragam Polri, tapi kalimat Buwas tetap garang, berani, ceplas ceplos dan apa adanya. Tak heran berkali-kali mendapatkan tepuk tangan dan tawa lebar dari anak buahnya.

Di hadapan anggota dan pejabat Polda DIY, alumnus Akpol 84 itu lebih banyak bercerita tentang karirnya agar memotivasi keberanian dan jiwa korsa para anggota.

Lontaran kalimat yang serius tapi santai itu juga tak lain bertujuan untuk mensinergikan antara BNN dengan Kepolisian dalam memberantas narkoba.

Buwas juga meminta kepada polisi dan BNN di daerah agar tidak mengedepankan ego sektoral dalam menumpas narkoba. Tindakan saling mendahului target penangkapan pelaku edar gelap narkoba perlu dihindari agar sinergi memberantas narkoba sebagai musuh negara bisa terlaksana.

Buwas yakin segala niat baik, pasti hasilnya baik. Menjadi perwira polisi, kata dia, jangan untuk gagah-gagahan, karena pangkat, lambang Polri ada tanggungjawab dan kewajiban yang harus dilakukan. Jangan sekali-sekali mendekati narkoba, jika ada Polisi yang positif narkoba, sebaiknya langsung dipecat.

"Pangkat itu ada artinya, kita harus tahu seperti Pamen , melatih. Maka keputusan Pamen harus sakral, Pamen harus bersih, putih, suci," ungkap pria yang berdinas di Propam Polri selama delapan tahun ini.

Sebelum dialog, Buwas sempat menempelkan stiker sosialisasi bahaya narkoba di toko jejaring kawasan Kampus UNY Karangmalang Depok, Sleman.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...