Bisnis Indonesia - bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Dituduh Bunuh Warga Sipil Suriah, Rusia Geram

Mediani Dyah Natalia Rabu, 18/11/2015 06:20 WIB
Dituduh Bunuh Warga Sipil Suriah, Rusia Geram
Ilustrasi
Reuters

Bisnis.com, RUSIA-Rusia geram lantaran dituduh PBB membunuh dan merusak infrastruktur warga sipil di Suriah. Sebelumnya, kelompok hak asasi AS menyatakan menuduh serangan udara Moskow menghancurkan 10 fasilitas medis pada Oktober 2015.

Rusia meluncurkan serangan udara di Suriah untuk membantu pasukan pendukung Presiden Bashar al-Assad pada akhir September. Namun pihak Barat menuduh Moskow menarget pasukan pemberontak anti-Assad dan bukan pasukan kelompok bersenjata ISIS. Sebuah koalisi yang dipimpin Amerika Serikat telah menyerang kelompok bersenjata ISIS di Suriah dan Irak selama lebih dari satu tahun.

Para dokter untuk Hak Asasi Manusia mengatakan ada 16 serangan terhadap fasilitas medis di Suriah pada Oktober, kejadian terburuk sejak perang saudara meletus hampir lima tahun yang lalu. Mereka menyalahkan setidaknya 10 serangan dan tewasnya satu warga pada serangan udara Rusia tersebut.

"Kami geram atas beberapa macam informasi terkait tuduhan kematian warga sipil dan penghancuran infrastruktur milik warga sipil akibat misil dan serangan udara yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Rusia," ujar Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Vladimir Safronkov dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di Suriah.

Mengutip pertemuan terbaru Kelompok Internasional Pendukung Suriah di Wina yang bertujuan untuk mengakhiri konflik, ia menyatakan tidak dapat menerima apa yang dia sebut sebagai politisasi topik hak asasi dan humanitarian.

Tanpa menyalahkan siapapun, pemimpin bantuan PBB Stephen O'Brien mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa serangan terhadap infrastruktur warga sipil masih berlanjut.

"Kami membutuhkan komitmen yang pasti dari seluruh pihak terlibat dalam konflik tersebut untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melindungi warga sipil dan berhenti menarget infrastruktur sipil termasuk rumah sakit, sekolah, dan jaringan infrastruktur kunci," ujarnya.

Penindakan keras Pemerintahan Suriah pada gerakan pro-demokrasi di awal 2011 berubah menjadi konflik bersenjata. Milisi kemudian mengambil keuntungan dari kekacauan tersebut untuk menguasai beberapa wilayah Suriah dan Irak.

PBB mengatakan setidaknya 250.000 orang terbunuh selama konflik berlangsung, sementara empat juta lainnya melarikan diri ke negara lain.

"Meningkatnya pertempuran di bagian utara Suriah termasuk operasi militer Rusia juga telah memberikan dampak signifikan terhadap situasi kemanusiaan di lokasi tersebut," ujar Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Michele Sison kepada Dewan Keamanan, seraya menambahkan bahwa pada Oktober saja, sekitar 130 ribu orang telah mengungsidari Aleppo, Idlib dan Hama.

Amerika Serikat mengutarakan permintaan maaf kepada kelompok bantuan kesehatan Medecins Sans Frontieres pada Oktober atas pemboman rumah sakit mereka di Kunduz, Afghanistan, sementara koalisi yang dipimpin Arab Saudi dituduh oleh PBB atas pemboman sebuah rumah sakit di Yaman.

 

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...