Bisnis Indonesia - bisnis.com
Rabu, 18 Oktober 2017

Cegah Serangan Kelompok Garis Keras, Donald Trump Ingin Tutup Beberapa Masjid

Mediani Dyah Natalia Rabu, 18/11/2015 04:18 WIB
Cegah Serangan Kelompok Garis Keras, Donald Trump Ingin Tutup Beberapa Masjid
Donald Trump
Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON - Bakal calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan Amerika Serikat harus mempertimbangkan penutupan sejumlah masjid. Menurut dia, upaya ini merupakan solusi efektif mencegah serangan garis keras di negara itu.

"Kita harus mengawasi dan meneliti masjid-masjid itu, karena banyak pembicaraan terjadi di tempat-tempat itu," kata Trump kepada stasiun televisi MSNBC setelah serangan maut pada Jumat di Paris menewaskan setidaknya 129 orang.

Adapun Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan masjid-masjid dan kelompol radikal yang menyerang nilai-nilai negaranya harus ditutup.

MSNBC melemparkan pertanyaan kepada Trump, apakah ia akan melakukan hal yang sama di Amerika Serikat jika dirinya terpilih sebagai presiden.

"Saya tidak akan suka melakukannya, tapi ini sesuatu yang perlu benar-benar kita pertimbangkan," tambahnya.

"Karena beberapa ide dan kebencian datang dari tempat-tempat ini."

Trump, yang memimpin persaingan dalam pencalonan presiden 2016 dari Partai Republik, mengajukan program pengawasan yang tertata, yang dilakukan pemerintahan negara bagian New York sebelumnya terhadap tempat-tempat ibadah kaum Muslim, terutama setelah terjadinya serangan 11 September 2001. Ia menganggap pengawasan seperti itu harus dilanjutkan.

Sebagian besar pesaing Trump di Partai Republik belum mengusulkan agar masjid-masjid ditutup. Namun paska-serangan Paris, banyak di antara mereka, menentang Amerika Serikat mengizinkan pengungsi Suriah masuk ke negara tersebut. Kebijakan ini diusulkan untuk alasan keamanan.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...