Bisnis Indonesia - bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Pengalaman Mahasiswa UNY Mengajar Di NTT, Gedung Sekolah Rusak Karena Gempa

Joko Nugroho Selasa, 10/11/2015 13:49 WIB
Pengalaman Mahasiswa UNY Mengajar di NTT, Gedung Sekolah Rusak karena Gempa
Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar Tertinggal (SM3T) UNY di Kabupaten Alor Timur, Nusa Tenggara Timur.
Istimewa

Bisnis.com, JOGJA- Gempa yang mengguncang Kabupaten Alor Timur, Nusa Tenggara Timur pada 4 November 2015 diguncang gempa berkekuatan 6,7 SR. Gempa ini menyisakan cerita bagi para guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar Tertinggal (SM3T) UNY.

Salah satu SM3T, Endra Wibowo yang mengajar di SMAN Lantoka, Alor berkisah bahwa gempa terjadi secara tiba-tiba sehingga dalam hitungan detik sudah merusak bangunan sekolah. Dari tiga gedung yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, hanya satu gedung saja yang masih layak untuk digunakan.

Endra mengaku dua gedung yang lainnya mengalami kerusakan yang parah, seperti tembok runtuh, plafon runtuh dan tiang penyangga yang bergeser. Hal ini membuat pengalaman Endra tidak akan bisa dilupakan.

“Saya sangat bersyukur karena bisa segera keluar dari gedung dengan selamat. Hanya menderita luka ringan akibat tertimpa lemari buku serta laptop saya pecah karena tertimpa benda keras,” jelas Endra dalam surat elektroniknya ke Harian Jogja, Senin (9/11/2015).

Pascagempa semua guru segera pulang untuk melihat keadaan rumah. Rumah tempat tinggal guru SM3T mengalami rusak yang cukup parah. Dinding kamar runtuh serta tiang penyangga sudah bergeser. Pada malam hari mereka tidur ditenda sederhana.

Udara sangat dingin jika malam hari dan sangat panas jika siang hari, mereka tetap bertahan untuk ikut merasakan dan membantu masyarakat sekitar. Akibat gempa tersebut, sekolah diliburkan untuk sementara.

“Kami terpaksa libur namun segera memulai pendidikan kembali. Keterbatasan gedung tidak bisa menghalangi kami untuk melanjutkan proses belajar-mengajar,” kata Endra.

Alumni prodi pendidikan ekonomi tersebut merencanakan metode pembelajaran di luar kelas mengingat kondisi kelas yang rusak.

“Lesson study saya coba pelajari untuk segera diimplementasikan, sekaligus pendekatan dengan masyarakat,” kata Endra.

Karena bila menyatu dengan masyarakat, para guru dapat memahami permasalahannya. Setelah memahami permasalahan di tempat tugas tersebut, maka misi para guru selanjutnya dapat merubah minimal satu orang siswa untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

“Harapannya setelah masa pemulihan nanti kami dapat menggerakkan hati siswa untuk selalu belajar sepanjang hayat serta membantu siswa untuk belajar bagaimana caranya belajar” tutup Endra.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...