Bisnis Indonesia - bisnis.com
Sabtu, 23 September 2017

Baru Saja Hujan, Pohon Roboh Timpa Rumah

Sunartono Senin, 09/11/2015 07:56 WIB
Baru Saja Hujan, Pohon Roboh Timpa Rumah
(jibiphoto)

Bisnis.com, SLEMAN - Angin kencang dan hujan deras merusakkan dua rumah akibat tertimpa pohon di Desa Sendangsari dan Sendangagung, Minggir, Sleman, Sabtu (7/11/2015) petang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan saat pergantian musim.

Kepala BPBD Sleman Juli Setiono menjelaskan, memasuki musim pancaroba mulai terjadi dampak dari cuaca ekstrim seperti hujan deras, petir dan angin kencang. Di wilayah Sleman, dampak itu secara nyata terjadi di Kecamatan Minggir, ada dua rumah rusak ringan tertimpa pohon tumbang pada Sabtu (7/11/2015) petang.

Dua pohon tumbang jenis Melinjo dan Jati menimpa rumah bagian dapur milik Wiryo Diharjo, 65, warga Dusun Tegalmojo, Plembon RT05/RW13 Sendangsari, Minggir. Kemudian di desa lain, pohon Kelapa menimpa rumah milik Ismanto Rahkiman, 50, warga Dusun Kisik RT01/RW06 Sendangagung, Minggir. Rumah tersebut mengalami kerusakan di bagian teras.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka. Dua rumah yang tertimpa pohon, masuk kategori rusak ringan," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (8/11/2015).

Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Sleman telah disiagakan sebelumnya, bersama dengan warga dan komunitas penanggulangan bencana pihaknya melakukan evakuasi pohon tumbang di dua rumah tersebut. Selain di Minggir, lanjutnya, pohon tumbang di pinggir jalan juga terjadi di kawasan Jalan Palagan Purwobinangun, Pakem.

"Ada beberapa yang tumbang di sana tapi sudah dibersihkan oleh petugas kami," ujarnya.

Terkait hal itu Juli memberi imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi perubahan musim ini. Masyarakat diminta segera memangkas atau mengurangi ketinggian pohon yang beresiko tumbang dan berpotensi menimpa rumah saat terjadi angin kencang. Kemudian, mengingat akan banyak potensi air hujan yang turun, saluran drainase di sekitar rumah maupun di kawasan pemukiman sebaiknya dibersihkan dari sampah. Agar tidak terjadi genangan atau membuat tidak lancarnya saluran air yang berpotensi timbulnya banjir.

"Tidak kalah pentingnya adalah mengamankan ketinggian bangunan, misal posisi antena terlalu tinggi bisa diamankan agar bebas dari ancaman petir dan angin," tegasnya.

Sebelumnya Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta Tony Agus Wijaya menyatakan, adanya potensi cuaca buruk pada peralihan musim atau dikenal dengan istilah pancaroba di tahun ini. Pada masa peralihan sangat berpeluang terjadi hujan deras disertai angin kencang dalam waktu singkat. Karena itu perlu kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi masyarakat untuk menghadapi masa peralihan musim dan awal musim hujan tersebut.

Terkait potensi longsor, Kepala BPBD Sleman meminta warga yang tinggal di perbukitan seperti Prambanan agar tetap siaga. Pemerintah memang telah memasang alat deteksi longsor, early warning system (EWS) pada empat desa di Prambanan, tetapi warga tetap diminta ikut melakukan antisipasi.
"Yang dipasang EWS desa Gayamharjo, Wukirharjo, Bokoharjo dan Sambirejo. Tapi yang namanya alat tentu bisa rusak atau eror, kita harap warga tetap siaga," kata Juli.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...