Bisnis Indonesia - bisnis.com
Rabu, 18 Oktober 2017

Bisnis Persewaan Kasur, Hotel-hotel Jadi Pelanggan (1/2)

Rina Wijayanti Minggu, 08/11/2015 20:41 WIB
Bisnis Persewaan Kasur, Hotel-hotel Jadi Pelanggan (1/2)
Suasana Debat Publik Cabup dan Cawabup Pilkada 2015 Gunungkidul, di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Sabtu (31/10/2015) malam.
Harian Jogja/Uli Febriarni

Bisnis.com, JOGJA-Memulai usaha dapat dimulai dengan ide sederhana tetapi berprospek di masa depan, seperti bisnis persewaan kasur berikut ini.

Clara Almabella Bramanty, 22, merupakan pendiri persewaan kasur dengan nama Isabella Kasur. Usaha yang dirintis sejak dia masih duduk di bangku SMA ini, kini kian berkembang dan semakin menjanjikan. Selain melayani sekitar 60% hotel di Jogja, Isabella Kasur juga membuka cabang di beberapa kota besar di Indonesia.

Isabella Kasur merupakan salah satu dari beberapa persewaan kasur di Jogja, bisa dibilang Isabella Kasur menjadi pionir dalam jasa ini. Berdiri sejak 2007 di rumahnya di Godean, KM 7 Sidoarum, Sleman, saat itu Clara Almabella Bramanty masih duduk di bangku SMA.

Bersama dengan kakaknya, Moesa. Clara menyisihkan uang jajannya untuk membeli satu buah kasur busa. Bagi sebagian besar orang, ide usaha dan keberanian Clara adalah lelucon, “Kasur kok disewakan, rata-rata orang menertawakan ketika mendengar gagasan saya,” katanya belum lama ini.

“Dulu modal saya Rp200.000, untuk membeli satu buah kasur lalu saya tawarkan ke teman-teman. Ide usaha yang saya yakini menjanjikan itu ternyata pada ditertawakan,” lanjutnya kepada Bisnis.com.

Cermoohan orang banyak rupanya tak sedikitpun meredupkan niat Clara untuk merintis usaha. Kendati ada sebagian besar memandang remeh, ternyata keteguhan hatinya menemukan jawaban. Mulai dari satu penyewa, Clara mengantarkannya dengan sepeda motor bersama kakaknya Moesa.

“Mulai dari satu pelanggan, kemudian pelan-pelan bertambah. Waktu itu kami masih mengantarkannya dengan sepeda motor,” katanya.

Tarif sewa kasur selama 24 jam dibanderol mulai dari Rp20.000. Dengan hasil usaha yang terhitung tidak seberapa, Clara rajin mengumpulkan pundi-pundi uangnya. Secara bertahap, hasil keuntungan menyewakan kasur dia belanjakan perlengkapan tidur seperti kasur, spring bed, selimut, bantal dan guling.

Beruntung, ayahnya memberikan dukungan terhadap kerja keras Clara tersebut. Jumlah kasur miliknya pun semakin banyak, demikian juga dengan jumlah penyewa, semakin banyak juga.

Promosi yang awalnya hanya dia lakukan dengan getok tular dan menyebaran brosur, mulai menginjak jalur online. Lewat dunia online itulah, nama Isabella Kasur semakin terangkat,

“Dahulu hotel-hotel yang menolak tawaran saya kembali menghubungi saya setelah mereka tahu dari internet,” katanya.

Sepeda motor yang awalnya dijadikan sebagai transportasi andalannya untuk mengantarkan kasur kepada pelanggan dipandang tak lagi efektif karena banyaknya pelanggan. Dia pun lantas membeli sebuah mobil pengangkut barang.

“Waktu itu pelanggan semakin banyak, kami mulai pakai mobil tapi belum punya karyawan. Jadi kadang saya jadi sopir dan kakak saya jadi kernetnya atau kebalikannya,” katanya.

Apa yang dilakukan Clara dan Moesa tak ingin dianggap sekadar usaha sampingan. Biarpun dahulu menjadi bahan tertawaan orang, kini membuahkan hasil manis. Secara bertahap, barang sewaannya terus bertambah. Kini, terhitung setelah tujuh tahun menggeluti usaha ini, Isabella Kasur memiliki totol 500 lembar kasur dan perlengkapan tidur lainnya. Selain itu, usahanya di Jogja telah memiliki sekitar 10 karyawan. Jumlah itu belum terhitung untuk cabang-cabang di kota-kota lainnya.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...