Bisnis Indonesia - bisnis.com
Rabu, 18 Oktober 2017

Geng Pelajar Beraksi, 2 Mahasiswa Dibacok Di Tangan

Sunartono Senin, 14/09/2015 10:13 WIB
Geng Pelajar Beraksi, 2 Mahasiswa Dibacok di Tangan
Ilustrasi
Bisnis.com

Bisnis.com, SLEMAN - Setidaknya dua mahasiswa yang tengah melintas di simpang tiga Sompilan, Cebongan, Sumberadi, Mlati, Sleman Minggu (13/9/2015) dinihari dibacok di bagian tangan. Pelaku diduga merupakan geng pelajar.

Dua korban itu adalah Setio Arif Priambodo, 21, warga Tulung RT01/RW01 Tamanmartani, Kalasan dan Rifa'i Eko Prasetyo, 22, warga Senoboyo RT01/RW13 Banyurejo, Tempel, Sleman.

Informasi yang dihimpun, peristiwa pembacokan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Berawal ketika dua korban pulang dari rumah temannya di kawasan Mlati masing-masing membawa motor sendiri. Dalam perjalanan, sesampai di simpang tiga pohon beringin Sompilan keduanya bersimpangan dengan gerombolan pemuda. Mereka berjumlah sekitar lima orang saling berboncengan. Teridentifikasi memakai motor satu Kawasaki KLX warna hijau putih dan dua Honda Vario warna hitam.

Geng pelajar dengan memakai helm full face itu lalu berbalik arah mengejar kedua korban. Salah satu diantara gerombolan ini sempat menanyakan asal sekolah terhadap kedua korban. Tetapi dijawab oleh korban Arif dengan pernyataan bahwa keduanya sudah tidak sekolah karena sudah berstatus mahasiswa. Tetapi salah satu pelaku yang membonceng langsung membacok korban Arif. Kemudian korban berhasil meloloskan diri. Pelaku lain lalu mengejar korban Rifa'i sampai di kawasan Pundong, Tirtoadi, Mlati. Dengan masih di atas motor, pelaku membabi buta membacok korban hingga berlumuran darah.

Gerombolan geng itu lalu melarikan diri ke arah barat Mlati. Sedangkan korban meminta bantuan warga untuk dibawa ke Puskesmas Mlati tapi kemudian dirujuk ke RSUD Sleman. Korban Arief menderita luka bacok hingga kedalaman empat sentimeter dan panjang luka hingga 10 sentimeter di lengan kanan. Sedangkan korban Rifai terkena sabetan senjata tajam pada tangannya dengan panjang luka sekitar lima sentimeter.

"Kejadiannya memang seperti itu, tapi sampai saat ini korban tidak melapor, kami sudah cek ke Polsek juga," ungkap Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (13/9/2015) siang.

Kanit Reskrim Polsek Mlati AKP Haryanto mengakui bahwa korban tidak melapor. Informasi hanya didapatkan dari warga dan tempat kejadian perkara.
"Tapi penyelidikan tetap dilakukan," ujarnya.

Faried menegaskan kasus pembacokan itu akan menjadi perhatiannya. Terkait pelaku pihaknya belum dapat menyimpulkan kemungkinan pelaku adalah geng pelajar meski sempat menanyakan perihal sekolah.

"Kami akan perketat intensitas patroli terutama di malam Minggu di jam rawan seperti dinihari. Kami imbau juga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, kalau ada yang mencurigakan sebaiknya langsung melapor," tegasnya

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...