Bisnis Indonesia - bisnis.com
Selasa, 21 November 2017

Pemkab Tegaskan THR Di Kulonprogo Harus Dibayar Tepat Waktu

Rima Sekarani Jum'at, 26/06/2015 18:52 WIB
Pemkab Tegaskan THR di Kulonprogo Harus Dibayar Tepat Waktu
ilustrasi
JIBI

Bisnis.com, KULONPROGO-Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulonprogo akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan menengah dan besar yang ada di Kulonprogo, Senin (29/6) besok. Mereka akan kembali diingatkan mengenai kewajiban memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada seluruh karyawan.

Kepala Dinsosnakertrans Kulonprogo, Eko Pranyata mengatakan THR harus diberikan setidaknya H-7 lebaran. “Tanggal 2 Juli besok, kita ambil sampel perusahaan secara acak untuk mengecek apakah THR sudah mulai dibayarkan,” ujar Eko, Jumat (26/6).

Eko mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan yang merasa keberatan untuk membayarkan THR pada H-7 lebaran. Menurutnya, hal itu tidak akan menimbulkan masalah selama ada komunikasi yang baik antara perusahaan dan karyawan. Namun, perusahaan harus tetap memberikan kejelasan waktu pemberian THR. “Jadi nanti istilahnya bukan terlambat, tapi berdasarkan kesepakatan,” katanya.

Eko menambahkan, ada juga beberapa perusahaan yang mengeluhkan kondisi keuangannya sehingga kemungkinan tidak mampu memberikan THR secara penuh sesuai ketentuan. “Kami tetap menyarankan agar dikomunikasikan dulu dengan pekerja dan melihat bagaimana perjanjian kerjanya,” ucapnya.

THR bukan hanya tanggung jawab perusahaan menengah dan besar saja. Perusahaan kecil maupun usaha mikro sebenarnya juga memiliki kewajiban yang sama, termasuk bagi pekerja paruh waktu. “Kalau pekerja lepas, itu tidak tidak termasuk ,” tegas Eko.

Eko mengaku pihaknya tidak sanggup memantau pembayaran THR di setiap perusahaan. Posko pengaduan THR kemudian kembali dibuka seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika ada permasalahan menyangkut THR, Dinsosnakertrans Kulonprogo akan mengambil jalan mediasi sebelum akhirnya memberikan peringatan kepada perusahaan yang dinilai melanggar. “Namun selama tidak ada yang mengajukan laporan atau keluhan, kami anggap beres,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kulonprogo, Harjanto mengatakan, posko pengaduan THR mulai aktif pada H-14 lebaran. Petugas siap menerima aduan 8.758 orang pekerja dari 293 perusahaan besar hingga kecil di Kulonprogo.

Harjanto menegaskan THR adalah hak pekerja. Jika tidak diberikan atau besarannya kurang, pekerja harus menyadari bahwa haknya tidak terpenuhi. Saat itu lah mereka harus melapor ke posko pengaduan THR. “Kami tidak bisa bertindak kalau tidak ada laporan dari pekerja,” kata dia kemudian. (Rima Sekarani I.N.)

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
Nikmati Bonus Indonesia Business Daily (IBD) hingga 31 Oktober 2015. Informasi selengkapnya klik DI SINI.
more...